MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Thursday, November 27, 2014

Three Things Thursday: Film Adaptation 8

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, ketiganya aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. 

Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau kasih tahu kamu tiga film dari luar negeri yang diadaptasi dari novel yang bakal tayang di akhir tahun 2014. Postingan ini sekaligus menjadi postingan tentang film adaptasi dari luar negeri terakhir. Ini diaaaaa :)

1. Love, Rosie
Diadaptasi dari novel karya Cecelia Ahern

Mulai Tayang:
22 Oktober 2014

Sutradara:
Christian Ditter

Cast:
Lily Collins
Sam Claflin
Tamsin Egerton
Suki Waterhouse
Jaime Winstone
Art Parkinson
Christian Cooke
Nick Lee
Lily Laight
Max Cleary
Marion O'Dwyer
Nick Hardin
Jake Manley
Jamie Beamish

Sinopsis:
Alex dan Rosie bersahabat dan tak terpisahkan sejak kecil. Di suatu malam, Alex bertemu dengan Bethanny. Ini membuat Rosie agak cemburu, sehingga dia juga pergi bersama laki-laki lain. Kemudian kencan satu malam yang dilakukan Rosie membuatnya hamil. Itu menghancurkan rencananya untuk kuliah di Boston. Dia tidak memberi tahu Alex dan membiarkannya pergi untuk kuliah di Harvard. Hubungan persahabatan mereka mulai renggang dengan rahasia dan perpisahan tersebut.

Udah nonton filmnya? Beluum.

Udah baca novelnya? Beluuum juga.

Trailer!


Diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins

Mulai Tayang:
21 November 2014

Sutradara:
Francis Lawrence

Cast:
Jennifer Lawrence
Josh Hutcherson
Liam Hemsworth
Woody Harrelson
Elizabeth Banks
Julianne Moore
Philip Seymour Hoffman
Jeffrey Wright
Stanley Tucci
Donald Sutherland

Sinopsis (diambil dari situs 21cineplex):
Pasca Peeta ditangkap oleh President Snow, Katnis kini memimpin pemberontakan bersama pimpinan Distrik 13, Presiden Coin. Bersama teman-teman terdekatnya Katnis mencoba meruntuhkan Capitol dibawah pimpinan Presiden Snow.

Wednesday, November 26, 2014

Fangirl

Rainbow Rowell
456 Halaman
Penerbit Spring, November 2014
Rp. 74.000,-

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

Setiap channel booktuber yang aku tonton pasti membuat review mengenai Fangirl, atau novel karya Rainbow Rowell lainnya. Itu membuatku penasaran, ingin ikut membacanya. Senang sekali rasanya saat mendengar Penerbit Spring, imprint dari Penerbit Haru, mengeluarkan novel ini sebagai novel terjemahaan pertama mereka. Saking tidak mau ketinggalannya, aku membeli novel ini sesegera mungkin di Gramedia. Aku tidak punya waktu untuk menunggunya muncul di toko buku diskon atau membelinya secara online. I wanted it ASAP! Now, let’s review it :D

"Rasanya menyenangkan menulis di kamarnya sendiri, di tempat tidurnya sendiri. Terhanyut dalam Dunia Mage dan terus begitu, tidak mendengarkan suara apa pun di dalam kepalanya kecuali suara Simon dan Baz. Bahkan tidak juga suaranya sendiri. Ini sebabnya Cath menulis fanfiksi." – halaman 102

Cather ‘Cath’ Avery memulai kehidupan kuliahnya dengan kegelisahan. Semua yang dulu begitu terkendali dan stabil perlahan mulai berubah. Wren, saudari kembarnya, menolak menjadi teman sekamarnya. Itu membuat Cath merasa kesepian. Dia takut dan canggung berkenalan dengan orang-orang baru. Reagan, teman sekamarnya, malah membuatnya lebih buruk. Teman laki-laki Reagen kerap kali mampir ke kamar asmara mereka. Salah satu laki-laki itu bernama Levi, yang Cath yakini sebagai pacar Reagan. Levi tidak berhenti tersenyum kepadanya, atau siapapun. Itu membuat Cath agak gugup saat berada di dekat laki-laki yang lebih tua itu. Lalu Cath juga mencemaskan ayahnya, yang punya masalah mental, tinggal sendirian di rumah. Ayahnya kerap kali berkerja berlebihan dan mengabaikan obat-obatannya.

Hanya menulis lah yang menjadi obat dan pelarian Cath. Di dunia maya, dia dikenal dengan nama pena ‘Magicath’ dan punyai fanfiksi yang dibaca ribuan orang. Fanfiksinya mengenai Simon Snow dan Tyrannus ‘Baz’ Basilton Pitch, dua tokoh penting dari cerita tentang penyihir karya Gemma T. Leslie. Dulu Wren ikut menulis cerita percintaan Simon dan Baz bersama Cath. Kini ada Levi yang memaksa Cath membacakan untuknya. Di dunia nyata, Cath mendapat kesempatan mengikuti kelas Penulisan Fiksi. Di sana dia mengenal Nick dan menjadi rekan untuk salah satu tugas. Setelah itu mereka tetap membuat janji menulis bersama di perpustakaan. Dunia menulis ini mulai membuat Cath putus asa saat Professor Piper menilai tugasnya yang merupakan fanfiksi sebagai salah satu bentuk plagiarisme.

Tuesday, November 25, 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...