MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Friday, November 21, 2014

Recap Post: STPC Seri 2 GagasMedia


Tahun lalu, GagasMedia dan Bukune mengeluarkan seri novel bertema traveling yang diberi nama Setiap Tempat Punya Cerita (STPC). 12 cerita berlatar kota di luar negeri, seperti Paris, Bangkok dan New York, disajikan bersama sampul yang eye catching, ilustrasi menarik dan bonus kartu post unik.  Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa baca recap post seri pertama STPC di sini. Kesuksesan seri tersebut membuat GagasMedia mengeluarkan seri keduanya. Aku yang sangat menyukai seri ini excited menyambut cerita-cerita selanjutnya. Mari kita lihat tiga kota yang sudah aku ‘jelajahi’ ;D

***

Erlin Natawiria
374 Halaman
GagasMedia, Desember 2014
Rp. 56.000,-

Widha nekat berlibur sendirian ke tempat impiannya, Athena. Perjalanan Widha ini juga membawa misi dan secuil harapan akan mantan kekasihnya, Wafi, yang dia ketahui sedang berada di sana juga. Sebelum berhasil bertatap muka dengan mantannya yang sudah punya kekasih seorang penulis, Keira, Widha berkenalan dengan Nathan, wisatawan dari Perth yang bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Bersama-sama, mereka merasakan teriknya Athena, mencicipi makanan asli (walaupun akhirnya kembali ke mie goreng instan) dan berbagi sedikit kisah pribadi. Tanpa Widha bercerita, Nathan tahu gadis itu sedang gelisah, memikirkan seseorang. Tapi dia tidak menyangka orang itu adalah lawannya di masa lalu.

“Hei, cinta itu kayak rinai hujan. Jatuh tanpa melihat-lihat siapa yang akan tertimpa. Jatuh tanpa memperhatikan secepat apa mereka sampai ke bawah. Tahu-tahu, kamu merasa basah. Tahu-tahu, kamu merasakan desiran-desiran itu lagi.” – halaman 218

Mungkin karena ekspetasiku yang tinggi akan kesuksesan STPC musim sebelumnya, maka Athena: Eureka ini tidak terasa begitu memuaskan. Aku bahkan sempat membanding-bandingkannya dengan Melbourne: Rewind, karena sama-sama menggunakan lirik lagu sebagai judul bab (so sorry). Aku tidak paham jelas konflik utamanya di sini karena ada tiga karakter yang terlibat, Widha, Wafi dan Nathan. Apakah ini tentang gadis yang belum bisa move on? Apa ini cerita dendam karena pemberebutkan seorang gadis? Apa malahan ini cerita tentang sesuatu yang serba kebetulan? Iya, ‘kebetulan’ menjadi hal yang lumrah di cerita ini. Aku nggak terlalu keganggu sih tapi membaca halaman thanks to dari sang penulis yang mengaku overdosis jurus ‘kebetulan’ sebelumnya membuatku bertanya, separah apa porsi ‘kebetulan’ muncul di naskah draft pertama? Ketiga karakter itu juga membuat penjelasan tentang tempat wisata jadi berulang-ulang. Mungkin maksudnya ingin mengambarkan tempat tersebut dari tiga kacamata berbeda tapi ternyata penjelasannya tidak jauh berbeda. Baca review selengkapnya di sini :)

***

Dahlian
336 Halaman
GagasMedia, Mei 2014
Rp. 57.000,-

Vanda Cahyanto kabur dari segala persiapan pernikahannya dan pergi ke Casablanca sendirian. Dia merasa pernikahan ini tidak seharusnya terjadi. Dia masih ragu untuk menikahi tunangannya, Rommy. Mungkin itu karena dia masih memikirkan cinta pertamanya, Ardi. Tapi dia mendapat tekanan dari keluarganya, yang menyuruhnya untuk cepat menikah atau dia akan dilangkahi adiknya Vanessa, yang sudah ingin menikah dengan pacarnya.

Di lobi hotel tempat dia menginap, Vanda dihampiri seorang warga Indonesia, Laz. Laki-laki itu sangat menyebalkan dengan mengikuti dan ikut campur semua kegiatan Vanda. Vanda sampai memberinya julukan ‘ulat bulu’. Tapi dia harus mengakui Laz punya penampilan yang memikat dan membuat hatinya berdesir. Diam-diam, Laz juga mengalami keterarikan yang sama dengan Vanda. Dia sedikit terhibur dengan keberadaan Vanda dan rasa sakit hati karena ditinggal Nadia, mantan pacarnya yang memilih menikah dengan laki-laki lain, terlupakan. Namun dia menahan perasaan itu demi sebuah rencana. Untuk melancarkan rencana itu, Laz terus mendesak Vanda untuk membatalkan pernikahannya dengan Rommy.

 “Well, semua orang pasti punya ketakutan saat akan menghadapi perubahan besar dalam hidup. Kecemasan pada sanggup atau tidaknya kita menjalani, itu soal biasa. Tapi, membayangkan kita akan menjalani hidup bersama orang yang kita cintai, biasanya membuat kita bisa melawan ketakuran itu.” – halaman 182

Wednesday, November 19, 2014

Monte Carlo: Skenario

Arumi E.
316 Halaman
GagasMedia, 2014
Rp 55.000.-

Pembaca tersayang,

Monako menawarkan kemewahan yang berkilau. Lewat jemarinya, Arumi E. akan mengajak kita berkeliling di Monte Carlo dengan cerita cinta penuh kejutan.

Kiara Almira ingin menjauh dari seremoni membosankan pekerjaannya di Cannes. Ia nekat membeli tiket kereta menuju Kota Nice dan melarikan diri. Seoang lelaki asing yang dijumpainya di kereta membawanya ke Monte Carlo, menjelajah tiap sudut Old Town yang memukau. Kala Kiara ingin mengenalnya lebih dekat, lelaki itu menghilang di tengah senja di Kafe Le Portrait, menyisakan rasa penasaran yang tidak bisa dihapusnya.

Obsesi yang tidak masuk akal terhadap lelaki asing itu membuatnya sulit menemukan kekasih hati, sampai ia bertemu Alaric Kanigara. Meski sang Sutradara mampu membuat perasaannya melambung tinggi, hati kecil Kiara masih bertanya-tanya, ke mana pria yang tiba-tiba meninggalkannya di Monte Carlo?

Setiap tempat punya cerita.

Dari negeri Ratu Grace Kelly, scenario kisah cinta hadir terduga.

Salam,
Editor

Monte Carlo: Skenario adalah novel ketiga sekaligus terakhir dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) musim kedua dari GagasMedia. Aku bersemangat untuk menikmati novel ini. Faktanya aku selalu menyambut setiap novel STPC dengan optimis. Kota yang menjadi setting utamanya lumayan aku kenal dari film dibintangi Selena Gomez, Leighton Meester dan Cassidy yang mempunyai judul yang sama. Cover-nya yang mempunyai warna menarik dan design yang diberi ilustrasi salah satu bangunan khas, agak berbeda dengan cover novel-novel sebelumnya. Lalu, sinopsis dibagian belakang cover menggambarkan garis besar cerita cukup bagus dan jelas. Jarang-jarang nih penerbit ini tidak menggunakan blurb yang puitis dan ‘mengecoh’. Sayang sekali, novel ini tidak kunjung tersedia di toko buku diskon langgananku (ehem, RB). Penampakannya di toko buku biasa, seperti Gramedia, sudah susah. Aku akhirnya memilih meminjamnya saja di Pitimoss. Now, let’s review it :D

"Monte Carlo adalah tempat yang indah untuk menyaksikan matahari tenggelam. Ayolah, itu tidak jauh dari sini. Dengan kereta, kita bisa cepat sampai. Setelah itu mungkin kita bisa makan malam sebentar, lalu kembali lagi ke Nice, atau bisa juga langsung ke Cannes. Dari Monte Carlo ada kereta yang langsung menuju Cannes, hanya satu setengah jam perjalanan." – halaman 4-5

Kiara Almari, seorang aktris Indonesia yang sedang naik daun, melakukan perjalanan kerja ke Cannes sebagai duta sebuah produk kecantikan. Kegiatannya padat dan membosankan. Itu membuat Kiara berani kabur ke Nice, sendirian, meninggalkan Livia, asisten pribadi dan sahabat baiknya kelimpungan. Di kereta menuju Nice, Kiara berkenalan dengan Bertrand LaForce, fotografer lepas yang sukarela menjadi pemandunya dan menantangnya ke Monte Carlo. Tapi lelaki itu meninggalkan Kiara tanpa pamit atau alasan di sebuah kafe di mana mereka menikmati makan malam. Di hari selanjutnya, dia bertemu dengan Alaric Kanigara, sutradara kelahiran Indonesia yang bermukim di Paris. Lelaki itu menarik tapi pengalaman Kiara dengan Bertrand membuatnya sangat berhati-hati.

Setahun kemudian, Kiara mendapatkan peran utama di sebuah film yang menggunakan Monte Carlo sebagai salah satu setting-nya. Kiara ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari jawaban atas kepergian Bertrand yang misterius. Namun Kiara malah bertemu dengan Alaric, yang didapuk menjadi sutradara film tersebut. Baik Kiara dan Alaric sempat kaget dengan pertemuan kedua itu. Kiara menemukan sisi menyebalkan dari Alaric saat mereka mulai menjalani syuting di Monte Carlo. Kiara memutuskan untuk kabur sejenak. Dia memutuskan untuk mengunjungi kafe yang dia kunjungi bersama Bertrand.

Tuesday, November 18, 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...