MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Tuesday, June 30, 2015

2015 Reading Challenges - 1st Recap

Tak terasa bulan Juni sudah mau berakhir. Itu berarti tahun 2015 tinggal sisa enam bulan lagi. Di enam bulan sebelumnya, apa yang sudah kamu hasilkan, dapatkan dan selesaikan? Khusus untuk tantangan membaca yang sudah kurencanakan, banyak hal menarik, baik dari buku yang kubaca dan pencapaiannya. So, here’s the first recap of my 2015 Reading Challenges :D


1. Goodreads Reading Challenges 
Status: completed



­Aku berhasil mencapai angka 53 buku pada 13 April :)

2. Books to Movies – Self Reading Challenge
Status: on going

a. Read the book then watch the movie
- The Divergent Series:  Insurgent
Read in June 2013 | Watched in March 2015
And I prefer . . both!
- Fifty Shades of Grey
- Paper Towns
- The Maze Runner: Scorch Trials
- The Hunger Games: Mockingjay Part II

b. Read and watch them in the same year
- Fira dan Hafez/Cinta Selamanya
Read in February 2015 | Watched in May 2015
And I prefer . . the book!
- Surat Untuk Ruth
- Fallen

c. Watch the movie then read the book
- I Don’t Know How She Does It
Watched in 2013 | Read in Januari 2015
And I prefer . . both!
- The Giver
- Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Kelihatannya aku agak ketinggalan di tantangan membaca ini. Itu karena film adaptasi yang kutunggu kebanyakan rilis setelah bulan Juni. Namun aku memang merasa tidak sesemangat sebelumnya untuk membaca dan menonton judul-judul di atas. Ada yang disebabkan oleh mixed review di Goodreads dan ketidakjelasan tanggal rilis di bioskop. Aku berharap ini hanya kejenuhan sementara. Aku pengen tantangan yang satu ini sukses :)

3. Author Wish-list – Self Reading Challenge 
Status: on going

a. John Green
- Looking For Alaska
- Let It Snow
- Will Grayson, Will Grayson

b. Dahlian
- Baby Proposal
- After Office Hour
- The Pilot's Woman
- Promises, Promises

Wednesday, June 24, 2015

Stay with Me Tonight

Sofi Meloni
271 Halaman
Elex Media Komputindo, Juni 2015
Rp. 53.800,-

Mereka bilang hubungan di atas tempat tidur dan cinta itu dia yang berbeda.
Katanya lagi hubungan intim bisa dilakukan dengan ataupun tanpa cinta.
Dengan cinta? Bullshits ...!
Cinta itu hanya ada di cerita dongeng belaka, setidaknya itu yang kupercaya sampai aku bertemu dengannya …

Mungkin pertemuan kami diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama.

Pada akhirnya kami harus mengakui kalau kami adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain.
-Ayu-

Stay with Me Tonight kudapatkan dari penulisnya. Senang sekali saat menerima tawaran review itu. Terlebih lagi ternyata mbak Sofi juga suka menonton videoku di YouTube. Maka dari itu selain membaca dan me-review-nya di sini, aku juga membuat video reaksi untuk book trailer-nya yang bisa kamu tonton di sini. Isi book trailer itu sukses membuatku penasaran dengan ceritanya. Oh, iya, sekedar infomasi, cerita ini dulunya ada di Wattpad dan populer dengan judul Sleep with Me Tonight. Now, let’s review it! :D

"Aku sudah bergantung padanya.
Kenyataan itu mengerikan karena ini artinya aku punya ketakutan baru yang mungkin tidak bisa kukendalikan. Ketakutan akan kehilangan dirinya." – halaman 152


Setelah dijual menjadi pekerja seks komersial, Ayu terbiasa pergi ke apartemen 1109 pada waktu yang sudah ditentukan oleh pelanggannya. Dia dan pria itu tidak saling mengetahui latar belakang masing-masing, bahkan nama sekalipun. Ayu sempat menghilang beberapa malam karena sibuk menyakinkan ibunya bahwa orang yang dia anggap sebagai suami bukanlah seseorang yang bertanggung jawab. Dia juga dipusingkan dengan kembalinya Ditto, seseorang dari masa lalunya. Di salah satu kunjungannya ke apartemen, Ayu menemukan pelanggannya jatuh sakit. Dia mau tak mau mengantarkannya ke rumah sakit dan akhirnya mengetahui namanya, Benny Kurniawan.

Dalam masa pemulihan, hubungan Ayu dan Benny jadi sedikit lebih akrab. Mereka sering mengobrol walau masih tidak mau membuka masalah pribadi mereka. Lama kelamaan, Ayu menjadikan tempat Benny sebagai pelarian dan solusi masalahnya, seperti saat ibunya harus dioperasi dan butuh dana yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan uang tambahan, Ayu harus tinggal bersama Benny untuk beberapa minggu dan mengikuti permintaannya. Permintaan itu ternyata sebuah sandiwara untuk membuat seorang wanita bernama Yuana cemburu. Saat mengetahuinya, Ayu tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa kecewa.

Monday, June 22, 2015

Voilà la France

Lona Hutapea Tanasale
208 Halaman
B first, April 2015
Rp. 44.000,-

And they lived happily ever after …

Kisah cinta yang berakhir bahagia selalu menjadi mimpi setiap orang. Namun siapa sangka, jalinan cinta antara Putri Raja dan Kesatria Pemberani di istana negeri dongeng, terinspirasi dari kemegahan le Mont-Saint-Michel, sebuah kastel di Prancis yang dinobatkan sebagai World Heritage Site.

Prancis dan Paris memang menyimpan sisi romantis di setiap sudutnya. Namun tak hanya itu, kota tercantik itu juga menjadi saksi dari berbagai peristiwa bersejarah dunia.

Melalui buku ini, Anda tak hanya disuguhi Menara Eiffel yang sudah sangat terkenal. Anda akan diajak mengunjungi kafe-restoran tertua di dunia, menikmati segarnya Fountain Wallace-pelepas dahaga para pejalan kaki yang berusia 1,5 abad-menikmati serunya belanja yang tak melulu di branded boutiques, serta merasakan keindahan sudut-sudut Shakespeare and Company, toko buku yang kerap disambangi Hemingway dan para penulis ternama dunia.
Makan, inilah Paris .. si kota cahaya.

"Ingin merasakan Perancis yang tidak mainstream? Buku ini wajib dibaca. Dalam kunjungan saya ke Paris, saya menjadikan catatan-catatan mbak Lona sebagai referensi perjalanan."
- Junanto Herdiawan, penulis Shocking Japan, Shocking Korea, dan Flying Traveler

"Ada jantung Paris di salah satu bilik hati Lona, wajar kalau ia menceritakan denyut nadi kota ini secara fasih dan detail."
- Pepih Nugraha, pendiri Kompasiana

Aku menemukan dan langsung tertarik dengan Voilà la France untuk alasan yang sangat jelas, menara Eiffel. Sinopsisnya sempat membuatku berpikir ini adalah novel ber-setting di Paris. Pas tau ini adalah buku traveling, aku semakin excited. Aku sudah melirik isinya saat berkunjung di Gramedia Merdeka. Cuma sekilas sih tapi cukup yakin untuk membuatku membelinya di acara Midnight Sale Rumah Buku. Let’s review it now :D

"Bagi warga Prancis, liburan adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Prinsip mereka adalah ‘bekerja untuk berlibur’." – halaman 43

Voilà la France berisi kumpulan cerita nyata penulis tentang kehidupan warga Prancis terutama Paris dalam masa tugas sang suami di KBRI Paris. 35 cerita yang ada dibagi menjadi lima bagian, sesuai dengan topiknya. Yang pertama ada Selamat Makan! ‘Bon Appétit!’ yang membahas kebiasaan makan dari jenis menu, nilai bintang 3 untuk restoran, sampai kue tradisional berisi kejutan. Lalu adalah Selamat Jalan-Jalan! ‘Bonnes Vacances’ yang membahas kegiatan berlibur, terutama saat musim panas, dan tempat-tempat wisata menarik selain menara Eiffel. Selanjutnya di Paris, si Kota Cahaya ‘La Ville de la Lumière’ membahas gaya hidup yang tidak melulu penuh barang bermerk. Kemudian di Peraturan & Kebijakan (Unik) ‘Règles Bizarres’ membahas peraturan tak biasa yang masih dan sudah tidak berlaku lagi. Dan yang terakhir, Paris yang Kurindukan ‘Paris Me Manque (I Miss Paris)’ membahas beberapa pengalaman pribadi penulis yang menyangkut latar belakangnya sebagai orang ‘baru’ di Paris. Di beberapa cerita diakhiri dengan dua-tiga tip sederhana seperti berbelanja oleh-oleh lebih murah, pilihan transportasi, waspada copet, dan lainnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...