MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Monday, February 1, 2016

[Blog Tour] Hello After Goodbye – Giveaway Winner!


Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengikuti rangkaian blog tour Hello After Goodbye khususnya di blog Too Early ini. Masalah memilih ‘hello’ dan ‘goodbye’ ternyata cukup susah ya, apalagi kalo bawa-bawa perasaan dan masa lalu, hahahaha. Dan yang beruntung menjadi pemenangnya adalah ..

Ratih
[@Jju_naa]

Selamat! Kamu mendapatkan satu eksemplar Hello After Goodbye karya Dhamala Shobita. Pemenang diharap segera mengirimkan nama, alamat lengkap dan nomor hp ke email dhynhanarun[at]gmail[dot]com untuk proses pengiriman hadiah. Jika dalam waktu 2x24 tidak ada konfirmasi, pemenang yang baru akan dipilih.

Yang belum menang, bisa coba lagi di sisa kegiatan blog tour Hello After Goodbye ini ;)

1 – 7 Februari 2016: http://luckty.wordpress.com
8 – 14 Februari 2016: http://rizkymirgawati.blogspot.co.id

Sampai jumpa di giveaway selanjutnya ;D

Wednesday, January 27, 2016

Alias


Halooo! Too Early adalah salah satu blog yang terpilih mengikuti 10 Blogger Membaca Alias. Selain membahas ceritanya, tentu ada giveaway novelnya. Baca review-nya dulu, lalu simak info giveaway-nya di bagian bawah :D

Ruwi Meita
236 Halaman
Rak Buku, 2015

"Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak berbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan yang beku."

Sebuah liontin menuntuk Jeruk pada sebuah nama, Rinai. Sebuah nama yang digunakannnya untuk memulai kiprahnya sebagai penulis misteri. Namun, misteri ternyata tidak hanya terjadi di novel fiksi buatan Rinai. Satu per satu korban mulai berjatuhan sesuai dengan kisah di dalamnya. Kini, Jeruk harus berpacu dengan waktu, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Ataukah kali ini, Jeruk sendiri korbannya?

Tak pernah terpikirkan olehku untuk membaca cerita seputar horor, thriller, dan misteri di awal tahun. Tetapi godaan novel Alias ini sulit untuk ditolak. Aku cukup lama penasaran sejak karya penulis sebelumnya, Misteri Patung Garam, mondar-mandir di timeline Twitter-ku. Senang deh akhirnya bisa mencicipi tulisannya. Now, let’s review it! :D

"Selama aku masih bisa merasakan ketakutan dan memiliki imajinasi, aku bisa menulis novel horor. Kamu tahu imajinasi lebih mengerikan dari hantu mana pun." – halaman 40

Jeruk Marsala adalah penulis novel romance laris yang karyanya sudah diangkat ke layar lebar. Tetapi rencana adaptasi buku selanjutnya batal karena pihak produser lebih tertarik pada novel horor karya penulis baru, Rinai. Lili, editor Jeruk, gusar dengan keputusan itu. Alan, pacar Jeruk, menganggap penulis misterius itu adalah saingan terberat Jeruk. Jeruk sendiri tidak keberatan karena dia adalah Rinai.

Walaupun novel melankolisnya meledak di pasaran, Jeruk selalu merasa cerita horor adalah renjananya. Dibantu Darla, teman baiknya, Jeruk membentuk sebuah alias. Nama Rinai dia dapatkan dari liontin tua milik neneknya, Uti Greti. Laptop dan ponsel khusus pun disediakan untuk Rinai. Rahasia identitas Rinai terusik saat kasus pembunuhan muncul dan kejadiannya sama persis seperti di dalam novel. Belum lagi muncul gosip persaingan Jeruk dengan Rinai, Darla yang merasa diikuti seseorang, dan Eru, pemuda asing yang cepat akrab dengan neneknya. Dua dunia yang dilakoni Jeruk pun mulai tak terkendali.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...