MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Tuesday, January 20, 2015

New Year in Manhattan

Louise Bay
118 halaman
Louise Bay, Januari 2015
eBook

The Empire State Series concludes in New Year in Manhattan

Anna and Ethan are separated by the Atlantic Ocean. Their previous rules no longer apply.
In order to make things work, Anna needs to let go of her past and take a risk with Ethan. Ethan needs to learn how to deal with the ambiguity of a relationship.

Long-distance relationships are never easy and their relationship is fragile. For how long can it survive under the pressure of separation? Are either of them prepared to give up what they have for the other?

But distance isn’t the only obstacle Anna and Ethan face. Ultimately they have to decide whether they want to share a future together.

Part One – A Week in New York and Part Two – Autumn in London are out now.

Saat menyelesaikan seri kedua, New Year in Manhattan ini belum dirilis. Ugh, padahal aku sangat penasaran dengan akhir cerita Anna dan Ethan. Aku haru menunggu berhari-hari sampai sempat berpikir, mungkin aku baru bisa baca bulan depan atau lebih lama lagi. Nooooo! Untungnya itu tidak terjadi hahahaha. Now, let’s review it ;D

"Romance for me is someone who doesn’t bullshit, doesn’t play games and treats me well. Someone who loves me and doesn’t just say it, but shows it in everything he does. And you do all that, Ethan. I don’t want or need anything else from you."

Anna Kirby dan Ethan Scott akhirnya memutuskan untuk berkencan dan menjalani hubungan jarak jauh. Setiap harinya mereka berkomunikasi melalui telepon, pesan singkat sampai foto. Tapi pembicaraan mereka tidak sejujur dan seterbuka dulu. Baik Anna dan Ethan takut untuk menanyakan masa depan mereka, apakah di New York atau London, karena tidak mau menekan pasangan mereka. Ethan bahkan berpikir untuk menikahi Anna. Dia berencana melamar Anna saat mereka menghabiskan waktu pergantian tahun di Manhattan. Tanpa sepengetahuannya, Anna sebenarnya tidak berminat dengan pernikahan.

Monday, January 19, 2015

Walking After You

Windry Ramadhina
320 halaman
GagasMedia, Desember 2014 (cetakan pertama)
Rp. 50.000,-

Masa lalu akan tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.

Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.

Pernahkah kau merasa seperti itu? tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?

Mungkin, kisah An seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

Sebelum meminjam Walking After You, aku agak ragu untuk membacanya. Bukan karena aku tidak yakin dengan ceritanya, aku hanya merasa takut. Aku takut dengan ceritanya yang pasti bisa menghanyutkanku. Ini juga yang bikin aku tidak memasukannya ke daftar belanja buku, membaca sneak peak-nya atau pre-order. Tapi aku nggak bisa menyangkal kalau aku penasaran dengan ceritanya. Lagian aku sudah membuat self reading challenge yang berfokus pada karya Windry Ramadhina. Jadi cepat atau lambat, aku akan membacanya juga. Now, let’s review it :D

"Kalau dipikir-pikir, ini ironis. Setiap kali suasana hatiku berubah buruk karena Julian, aku memakan kue buatan lelaki itu untuk menghibur diri." – halaman 28

Anise, yang biasa dipanggil An, mulai bekerja di Afternoon Tea, toko kue milik sepupunya, Galuh. Dia mendapat posisi sebagai asisten koki untuk membantu Julian, koki utama dan Gen, penghias kue. Berbeda dengan Gen, Julian tidak menunjukan sikap ramah sama sekali. Dia berkali-kali memarahi An karena sering mengacaukan dapur dan kue-kuenya. An menanggapi semua itu dengan ringan dan tetap teguh. Dia mengakui dia memang tidak pandai memanggang kue, dia sebenarnya lebih pandai memasak pasta dan menu Italia lainnya. Bekerja di toko kue adalah impian saudari kembarnya, Arlet.

Salah satu pelanggan setia Afternoon Tea, Ayu, sedikit banyak mengingatkan An kepada dirinya sendiri. Perempuan yang selalu membawa hujan dan memesan Soufflé cokelat tanpa memakannya sama sekali, hampir mirip dengan perjuangan An untuk meneruskan impian Arlet. An jadi penasaran dengan Ayu dan memperhatikan segala detail tentang perempuan itu. Selain itu, saat Julian mulai menerimanya di dapur, An bertemu kembali dengan Jinendra, bosnya saat masih bekerja di restoran La Spezia. Jinendra berharap An kembali ke restorannya dan menerima cintanya lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...