Wednesday, October 22, 2014

S.C.H.O.O.L: Chemistry

aL Dhimas
236 Halaman
GagasMedia, Januari 2014
Rp. 50.000,-

TANYA:
“Kak Editor, novel S.C.H.O.O.L: Chemistry-nya aL Dhimas ini tentang apa sih?” –Pembaca 

JAWAB:
Tentang seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya.
Tentang tim olimpiade yang dibentuk oleh sekolah.
Tentang seorang cewek yang merasa paling unggul dibandingkan anggota kelompoknya yang lain.
Tentang gebetan dari klub renang yang terlihat menakjubkan sekali dalam celana renang Speedo-nya.
Tentang cinta pada pelajaran Kimia.

POKOKNYA KAMU HARUS BACA!
(pssst, kalau ada yang penasaran tentang novel ini, bilang aja, “Ceritanya kayak yang pernah terjadi di sekolah kita lho!”)

Enjoy!
—Editor S.C.H.O.O.L.

S.C.H.O.O.L: Chemistry ini buku pertama dari seri S.C.H.O.O.L. alias Seven Complicated Hours Of Our Life. Denger-denger seri ini akan membahas cerita remaja dengan menekankan tiap mata pelajaran yang ada di sekolah. Judul buku yang ini sudah menjelaskan bahwa yang dibahas adalah pelajaran Kimia. Karena puas dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC), aku nggak pikir panjang buat membeli dan mengikuti seri ini. Now, let’s review it :)

"Ya, aku ingin segemilang kakakku – dengan sedikit perbedaan, tentunya. Alisha hebat dalam semua hal dan pelajaran, kecuali Kimia. Itu alasan kenapa aku mencintai pelajaran Kimia. Aku nggak mau disebut sebagai pengikut kesuksesan kakakku, makanya aku fokus mendalami Kimia. Buatku, ucapan semacam; ‘ya iyalah, dia kan, adiknya Alisha’ akan terdengar lebih bagus jika ditambahkan ‘tapi yang ini prestasinya di Kimia’. Aku butuh pengakuan tanpa harus menghilangkan kebanggaan pada kakakku." – halaman 7

Marsha Anandita Hariadie, yang biasa dipanggil Icha, menyukai pelajaran Kimia. Dia bercita-cita masuk tim olimpiade Kimia di Minerva School of Batam yang punya seleksi yang sangat ketat. Keinginan itu didasari prestasi kakak perempuannya, Alisha di berbagai bidang kecuali Kimia. Salah satu teman sekelasnya, Tantri, mengolok-olok tujuan Icha itu. Dia menilai Icha yang mempunyai fisik yang cantik tidak cocok dengan hal-hal yang serius seperti itu.

Monday, October 20, 2014

The Silkworm - Ulat Sutra

Robert Galbraith
536 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2014
Rp. 119.000,-

Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelumnya— lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

Detektif partikelir Cormoran Strike beraksi kembali bersama asistennya, Robin Ellacott, dalam novel misteri kedua karya Robert Galbraith, pengarang
bestseller nomor 1 internasional The Cuckoo’s Calling. Robert Galbraith adalah nama alias J.K. Rowling.

“Kisah yang memikat, bukan hanya karena kejutan dan pelintirannya, tapi juga karena kerja tim yang seru... tokoh-tokoh yang ingin kita ketahui kelanjutan ceritanya.”
— Time

Aku sama sekali tidak tertarik dengan kelanjutan aksi Cormoran Strike di The Silkworm - Ulat Sutra. Ketidaktertarikan itu sedikit pudar setelah gembar-gembor acara launching-nya yang diadakan di Gramedia di kotaku. Sabtu siang, sekitar delapan jam sebelum acara tersebut, aku melihat tumpukan The Silkworm - Ulat Sutra di Rumah Buku. Koq bisa, ya? Aku coba ambil satu dan membaca sinopsis singkat di bagian belakangnya. Sangat menarik! Lalu ada dorongan yang sangat kuat untuk membawanya ke kasir. Tarikan berat tasku, yang telah diisi buku tebal tersebut, tidak terasa menyiksa sama sekali. Karena aku sangat puas, ‘penuh’ dan ‘lengkap’! Buku ini selesai dibaca kurang dari 48 jam saja. Now, let’s review it! :)

"Strike tak mampu menahan perasaan hangat terhadap Robin, yang tetap berdiri bersamanya ketika dia berada pada titik terendah hidupnya dan membantu mengubah peruntungannya; selain itu, dengan penglihatannya yang normal, Strike juga tidak dapat mengingkari bahwa Robin adalah wanita yang sangat enak dipandang." – halaman 37

Delapan bulan setelah terungkapnya kasus Lula Landry, bisnis detektif Cormoran Strike berkembang pesat. Setiap hari dia sibuk mengurus kasus dari para kliennya, yang rata-rata menyangkut dugaan perselingkuhan dan aset berharga. Robin Ellacort masih setia menjadi asistennya. Dia bersikeras mempertemukan bosnya dengan tunangannya, Matthew. Hubungan buruk tanpa sebab antara kedua lelaki itu menyulitkan Robin untuk menikmati pekerjaannya. Dia juga mulai kesal dengan Strike yang memperlakukannya sebagai asisten biasa setelah apa yang dia hasilkan untuk kasus sebelumnya.

Suatu hari Loenora Quine datang ke kantor Strike dan meminta bantuannya untuk mencari dan membawa pulang suaminya, Owen, yang merupakan penulis novel. Suaminya itu memang mempunyai kebiasaan pergi tanpa pamit dan menghilang selama beberapa hari. Tetapi Leonora ingin dia segera pulang karena anak perempuan mereka membutuhkannya. Dia juga merasa dirinya dibuntuti oleh seseorang yang tak dikenal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...