Sunday, September 21, 2014

Keep Me Hidden Somewhere



I dug a single seed into the ground 
I hope it grows, grows 
In a year or two if you're around 
You'll see a rose, rose 
Pack me up and keep me hidden somewhere, that you can find me 
On a train to Paris going nowhere, trouble is behind me 

 Don't be gone too long (too long) 
Cause you won't be there to love me when you're gone 
Don't be gone too long (too long) 
Tell me who's gonna love me when you're gone 

 Golden leaves are dancing on the ground It's getting cold, cold 
Safe from time, will be forever young 
Never old, old 
See upon a fire out in space, zooming up behind me 
All the wonder written in your face 
Was there beside me 

Bring it back to me, bring it back to me 
Is it really over? 
Bring it back to me, bring it back to me (baby don't worry) 
Bring it back to me, bring it back to me 
Is it really over?

Happy Sunday ;D

Saturday, September 20, 2014

The Winners of Distance’s Giveaway


Terima kasih untuk 17 peserta yang mengirimkan berbagai jawaban tentang student exchange/short course program di postingan Distance: 11.369 KM untuk Satu Cinta. Semuanya menarik! Berbagai alasan dan fakta-fakta tentang berbagai negara tujuannya bikin aku kesulitan memilih pemenang. Tetapi hanya dua orang yang beruntung menjadi pemenang giveaway. Siapa aja mereka? Selamat untuk . .

Yeyen Rahma Putri
(@YezhaPutrii)

Adiar Ersti Mardisiwi 
(@erstiecci)

Masing-masing mendapatkan satu eksemplar Distance: 11.369 km untuk Satu Cinta karya Icha Ayu. Kedua pemenang diharap segera mengirimkan nama, alamat lengkap dan nomor hp ke email dhynhanarun[at]yahoo[dot]com untuk proses pengiriman hadiah. Jika dalam waktu 2x24 tidak ada konfirmasi, pemenang yang baru akan dipilih.

Yang tidak menang, jangan kecewa, ya. Coba peruntungan kalian di blog milik Mbak Rosi di sini. Dia membagikan dua eksemplar novel Remember Paris yang merupakan sekuel dari novel Distance. Blog Too Early juga bakal bikin giveaway lagi dengan hadiah novel yang sama. Kapan? Tungguin aja, ya ;)

Friday, September 19, 2014

Ai

Winna Efendi
288 Halaman
GagasMedia, 2012 (cetakan kedelapan)
Rp. 31.000,-
(Beli di @23rdProject)

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan

-Sei-
Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan - mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku - aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. Sekarang, semuanya sudah terlambat. Tidak. Semuanya sudah terlambat jauh sebelum hari ini - mungkin sejak festival musim panas itu, atau mungkin sejak kedatangan Shin. Dia telah memilih, sadar maupun tidak, dan orang itu bukanlah aku.

-Ai-
Aku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana, aku pun mulai jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu, datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai. Kami bahagia, tetapi suatu hari Shin pergi dan tak bisa kembali lagi.

Novel Ai ini aku baca untuk memenuhi Winna Efendi’s Books Reading Challenge. Aku baru baca tiga buku, termasuk yang satu ini, dari enam buku yang harus aku baca. Sementara itu 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Huaaaa! Untuk aku pibadi, sulit rasanya memenuhi reading challenge yang spesifik pada satu penulis seperti ini. Karena satu hal, aku nggak mau beli novelnya, apalagi terbitan tahun-tahun lama. Sebenarnya bisa saja sih aku beli, tapi aku lebih tertarik membeli buku yang benar-benar baru ;p Untuk Ai ini aku sengaja beli karena harganya lebih murah dari harga asli dan cover lama ini menurutku lebih manis ketimbang edisi repackage-nya. Now, let’s review it now :D

Di sebuah desa kecil di Jepang, Ai dan Sei tinggal bersebelahan dan memulai pertemanan mereka sejak kecil. Saat itu hamster milik Sei mati dan Ai menghiburnya dengan membuat acara pemakaman sederhana. Setelah itu Ai sempat pindah ke Bali, mengikuti ibunya yang lahir di sana, namun kemudian kembali lagi dan tinggal dengan ayahnya. Sejak itu Ai dan Sei tidak perpisahkan. Pertemanan mereka seringkali membuat laki-laki dan perempuan yang naksir kepada salah satu mereka salah paham.

Di tingkat akhir sekolah, Shin, seorang laki-laki asal Tokyo pindah dan menjadi teman baru mereka. Kedatangan Shin membawa sesuatu yang baru sekaligus melengkapi pertemanan mereka. Saat memutuskan untuk masuk univesitas, Shin menyarankan mereka mendaftar di Univesitas Toudai di Tokyo. Mereka bisa tinggal bersama bertiga dan semakin tak terpisahkan. Sei agak ragu, tapi Ai begitu ingin masuk ke sana. Sementara itu Sei mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda antara Ai dan Shin. Sei sebenarnya ikut senang jika Ai merasa demikian. Tetapi saat Shin mengambil satu langkah berani yang membuat dirinya lebih dekat dengan Ai dibandingkan dirinya, Sei merasa sedikit cemburu dan akhirnya menyadari kalau dia sebenarnya mencintai Ai.

"Aku pernah berkata pada Sei, mencintai, dalam bentuk apa pun memang menyakitkan. Kau tahu apa yang dia katakan? Dia bilang, tidak, mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia." – halaman 263

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...